Thursday, June 16, 2016

Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) Bali: Aspek Keruangan dan Ekologi

Berdasarkan data statistik wisatawan tahun 2014, kedatangan wisatawan mancanegara ke Pulau Bali mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Peningkatan kunjungan terbesar wisatawan mancanegara ke Pulau Bali terjadi pada tahun 2014, yakni mencapai 14,89% dari tahun sebelumnya.  Untuk menunjang sektor pariwisata, Kota Denpasar memiliki 29 unit hotel berbintang dan 257 unit akomodasi lainnya. Kota Denpasar merupakan destinasi wisata internasional yang memiliki beberapa objek wisata, berupa pantai, lokasi peninggalan sejarah, pasar seni tradisional, dan taman kota. Seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, maka perlu diikuti dengan pemeliharaan lingkungan untuk menjaga kenyamanan wisatawan. Berdasarkan hal tersebut, peningkatan kualitas lingkungan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. 
Peta Cakupan Pelayanan Sektor Air Limbah di Kota Denpasar


Berdasarkan data dari Pokja Sanitasi Kota Denpasar (2013), sebesar 62% air limbah domestik dibuang secara langsung oleh masyarakat ke saluran drainase, 26% ditampung di dalam tanki septik, dan 12% dibuang ke halaman. Dalam penanganan air limbah dari industri pariwisata, terdapat 35% hotel berbintang dan 10% hotel melati yang memiliki Sewerage Treatment Plant (STP). Upaya yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Bali, pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah kabupaten Badung adalah menyediakan prasarana dan sarana sanitasi, khususnya dalam pengelolaan air limbah, salah satunya adalah pembangunan sistem pengolahan air limbah terpusat (off-site). Pembangunan tersebut dikenal dengan Denpasar Sewerage Development Project (DSDP). Berdasarkan Perda Kota Denpasar No. 27 Thn. 2011 tentang RTRW Kota Denpasar 2011-2031, sistem pengolahan air limbah kota terdiri dari pengolahan air limbah terpusat (off site), yakni DSDP dan pengolahan air limbah komunal (on site) melalui program sanimas. DSDP bertujuan untuk menghubungkan semua rumah penduduk dan fasilitas pariwisata di Kota Denpasar dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) melalui jaringan pipa air limbah. Adanya DSDP merupakan salah satu upaya untuk mencapai sasaran MDGs, yakni peningkatan akses masyarakat terhadap sanitasi. Pada kajian ini hanya dipusatkan pada sistem pengolahan air limbah secara terpusat (off site system), yakni DSDP.

Dalam sektor air limbah, RTRW Kota Denpasar telah mengatur tentang sistem pengelolaan air limbah kota yang meliputi sistem pengelolaan air limbah terpusat (off site) skala kota dan sistem pengelolaan air limbah setempat (on site) secara individual.





Pengembangan sistem pembuangan air limbah melalui perpipaan terpusat dilakukan melalui pendayagunaan dan pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Suwung di Denpasar Selatan. IPAL tersebut melayani Kawasan Pusat Kota Denpasar, Denpasar Selatan, Kawasan Sanur, serta Kawasan Kuta. Pada kawasan yang tidak terlayani jaringan air limbah perpipaan terpusat skala kota, dikembangkan jaringan air limbah komunal setempat (on site) dalam bentuk program Sanitasi Berbasis masyarakat (Sanimas) yang dikelola masyarakat atau kerjasama dengan pihak lain. 



Pengolahan air limbah terpusat DSDP memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan adanya DSDP, msyarakat tidak perlu lagi menggunakan tanki septik di rumahnya, begitu juga dengan pemilik usaha, seperti hotel dan fasilitas akomodasi pariwisata lainnya, sehingga tidak perlu melakukan pengurasan tanki septik. Dengan demikian, resiko pencemaran tanah dan air tanah dapat dihindari. Prasarana pengolahan air limbah terpusat akan memberikan pelayanan yang lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat dan pemilik usaha. Selain itu, air limbah domestik yang biasanya dibuang ke sungai/drainase dapat diolah terlebih dahulu pada IPAL terpusat sehingga efluen air limbah tidak mencemari ekosistem sungai dan laut. Adanya sistem pengolahan terpusat juga dapat membantu dalam memantau kualitas lingkungan secara berkala. Dari segi kesehatan, adanya pengolahan air limbah terpusat dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh kondisi sanitasi yang buruk. 

Artikel lengkap dapat didownload pada link berikut DSDP dalam Aspek Keruangan dan Ekologi
 









 
 
 

No comments:

Post a Comment